Arsip Penulis

Perkembangan Interface web (Tren Ajax )

Tren AJAX, Hanya Sekedar Buzzword ataukah Teknologi Web Masa Depan?

Apa itu Ajax??

AJAX singkatan dari Asynchronous JavaScript And XML. AJAX adalah sebuah jenis pemograman yang dipopulerkan oleh Google pada tahun 2005 (dengan Google Suggest-nya). AJAX bukan bahasa pemograman baru, tapi cara baru menggunakan standar yang ada. Dengan AJAX Anda bisa membuat aplikasi web yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih user-friendly. AJAX bertumpu pada Javascript dan HTTP Requests. 

Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang AJAX, sebaiknya Anda telah memahami terlebih dahulu dasar-dasar HTML/XHTML dan JavaScript. Jika Anda ingin mempelajari kedua hal tersebut, silakan lihat bagian HTML dan JavasScript pada web ini. AJAX bukanlah bahasa pemograman baru, tapi merupakan sebuah teknik untuk membuat aplikasi web yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih interaktif. Dengan AJAX, JavaScript Anda bisa berkomunikasi langsung dengan server, menggunakan objek JavaScript XMLHttpRequest. Dengan objek ini, JavaScript Anda bisa bertukar data dengan server web, tanpa harus me-reload/me-refresh halaman. 

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Perbedaan Visual Basic 6.0 dengan Delphi 7

PERBANDINGAN TERHADAP FASILITAS INTERFACE

VB.6 & DELPHI.7

 

 

I. Latar Belakang

 

Dengan seiring berkembangnya teknologi khususnya dibidang pengembangan software (perangkat lunak) maka banyak kebutuhan manusia yang bergantung pada perangkat lunak, seperti pengolahan data perusahaan baik itu masalah data karyawan, penggajian dll. Oleh karena itu yang perlu diperhatikan dari perangkat lunak adalah yang berbasis user friendly ataupun kenyamanan dari software tersebut untuk pengguna (user), baik itu tampilan, kemudahan dalam mencari menu sampai mengenai keakuratan data yang dikelolah dalam software tersebut. Untuk itu dibawah ini ada beberapa penjelasan mengenai software yang berbasis user friendly, diantaranya : Visual Basic 6.0 & Delphi 7.

 

Baca entri selengkapnya »

Komentar bertahan »

Antisipasi virus komputer tanpa antivirus

Dewasa ini pemakaian komputer senantiasa terancam oleh kemungkinan terinfeksi oleh virus komputer, jika anda bertanya bagaimana supaya komputer saya aman dari kemungkinan infeksi virus komputer, tentu saja berbagai saran dapat diberikan seperti :

 

  1. Menginstalasi program antivirus yang terbaik.
  2. Senantiasa melakukan update antivirus anda.
  3. Menginstalasi service pack yang terbaru.
  4. Senantiasa melakukan patch terhadap sistem operasi anda dengan patch terbaru
  5. Tidak menjalankan program-program executable yang tidak jelas sumbernya.
  6. Tidak membuka email yang tidak relevan (baik dari subject maupun isinya) ataupun sumbernya yang tidak kita kenal.
  7. Tidak mengunjungi situs-situs yang tidak relevan (situs dewasa, crack, hacking)
  8. Melakukan sharing read only folder anda.
  9. Menghindari pemakaian flashdisk/floppy
  10. Tidak login dengan account Administrator

 

Ya, memang langkah tersebut dapat menghindari kemungkinan infeksi sistem anda oleh virus komputer, tetapi apakah langkah tersebut diatas dapat anda ikuti 100% ? Mungkin saja bisa, tetapi berapa besar kenyamanan pemakaian sistem yang harus anda korbankan, padahal salah satu alasan anda menggunakan sistem operasi Windows adalah karena user friendly

 

copyright by : Hendra Soewarno

Komentar bertahan »

Integritas Pengiriman Data

Pada saat kita mengirimkan data melalui jaringan Internet, kita selalu ingin agar data yang kita kirimkan tersebut sampai di tujuan dengan selamat dan tidak mengalami campur tangan pihak lain. Syarat ini menjadi jauh lebih utama apabila data yang kita kirimkan tergolong kategori data rahasia.

            Pada saat kita kirimkan, data tersebut akan melalui berbagai jenis komputer, router, atau gateway dan melintasi berbagai macam media fisik komunikasi. Kita mempertaruhkan integritas data kepada keanekaragaman di atas. Tentunya kita tidak mungkin memeriksa tingkat sekuriti di setiap hop/titik yang dilalui oleh data tersebut karena tingkat sebaran dan kepemilikan hop yang sangat beraneka ragam. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah enkripsi data. Tujuan utama dari solusi ini adalah mencegah terjadinya curi-dengar (eavesdropping) terhadap data yang kita kirimkan maupun yang kita terima. Jika seorang “eavesdropper” melakukan tindakan curi-dengar, ia akan memperoleh data-data yang terenkripsi saja sehingga tidak mencerminkan isi data yang sebenarnya.

            Proses enkripsi data bisa diterapkan di lapisan (layer) tertentu dari protokol TCP/IP. Seperti yang telah diketahui, protocol TCP/IP memiliki 4 (empat) lapisan guna menunjang proses komunikasi data. Lapisan tersebut terdiri dari Application Layer, Transport Layer, Internet Layer, Network Access Layer. Kita bisa menerapkan proses enkripsi di masing-masing lapisan tersebut. Masing-masing implementasi dari lapisan-lapisan tersebut adalah sebagai berikut :

copyright by : Joko Yuliantoro & Onno W. Purbo

Komentar bertahan »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1) »